umbi porang yang busuk

Umbi Porang Busuk: Penyebab, Cara Mengatasi serta Mencegahnya

Daftar Isi Artikel

Banyak petani pemula yang merugi karena hasil panen umbi porang banyak yang busuk. Untuk itu pembahasan kali ini mengenai cara mengatasi umbi porang busuk, penyebabnya dan cara mencegah pembusukan umbi porang.

Budidaya porang masih menarik bagi para petani hingga saat ini. Tumbuhan Amorphophallus muelleri ini memang mudah tumbuh di habitat aslinya, yaitu di hutan.

Dalam budidaya porang memang sebaiknya meniru kondisi habitat asli tanaman porang. Dari mulai jenis tanah, PH tanah, kelembapan, serta pencahayaan.

Akan tetapi walau para petani porang sudah semaksimal mungkin dalam perawatannya, tetap saja ditemukan permasalahan yang menyebabkan tanaman porang tidak tumbuh maksimal.

Salah satu penyebabnya karena umbi porang busuk. Tentu saja hal ini sangat berpengaruh pada hasil yang diperoleh petani.

Sebab, bagian terpenting dari komoditas porang adalah umbinya. Maka jika umbi busuk, petani mengalami kerugian, atau keuntungannya tidak maksimal.

Apa yang menyebabkan umbi porang busuk? Lalu bagaimana cara mengatasi dan mencegah terjadinya umbi porang busuk. Penjelasan lengkapnya bisa disimak di bawah ini.

Penyebab Umbi Porang Busuk

1. Kelembapan Terlalu Tinggi

Sebagai tumbuhan yang awalnya merupakan tumbuhan liar, porang merupakan tumbuhan yang sebenarnya mudah beradaptasi dengan lingkungannya.

Tetapi lokasi yang baik untuk pertumbuhan porang adalah lokasi yang memiliki kelembapan kurang hingga kering. Oleh karena itu, jika tempat tumbuhnya memiliki kandungan air yang berlebihan, maka umbi porang akan mudah busuk.

2. Jarak Tanam Porang Terlalu Rapat

Porang adalah tanaman berdaun lebar yang membutuhkan sinar matahari. Apabila ditanam terlalu rapat, maka daun akan saling bertumpuk dan menghalangi sinar matahari menjadi tidak sampai ke tanah.

Akibatnya kelembapan tanah tidak terkontrol dan batang rentan terkena jamur, hingga umbi bisa membusuk. Untuk penjelasan detail terkait jarak tanam porang ideal baca disini.

3. Penanaman Menggunakan Bibit yang Dipanen Sebelum Dorman

Bibit porang yang dipilih untuk penanaman memiliki peran besar bagi keberhasilan budidaya porang. Bibit yang bagus untuk digunakan adalah bibit yang dipanen atau diambil setelah tanaman porang dorman.

Baik itu bibit katak maupun umbi, jika dipanen sebelum masa dorman, maka akan rentan busuk karena kadar airnya masih tinggi.

Baca juga :   Memilih Jenis Bibit Porang yang Baik Untuk Pemula

Selain itu, kepadatan bibit katak dan umbi yang belum dorman juga belum sempurna yang membuat umbi keropos dan akhirnya gampang membusuk.

4. Umbi Dipanen Sebelum Waktunya

Tumbuhan jenis iles-ilesan memiliki siklus hidup atau fase pertumbuhan yang berbeda dari kebanyakan jenis tumbuhan lain. Yaitu memiliki masa pertumbuhan dan masa istirahat atau dorman. Porang sebagai salah satu dari jenis iles-ilesan juga demikian.

Masa pertumbuhan porang terjadi di musim hujan. Di waktu tersebut porang akan memperbesar umbi, batang, serta biji kataknya. Sedangkan masa dorman adalah masa dimana porang beristirahat dari pertumbuhan. 

Masa dorman adalah waktu yang tepat untuk pemanenan umbi porang. Maka, apabila petani memanen porang sebelum dorman, kadar air umbinya masih sangat tinggi. Hal ini yang memicu kebusukan pada umbi porang.

5. Cara Penyimpanan Umbi Tidak Tepat

Jika penyimpanan umbi porang tidak tepat, misalnya berada di tempat lembab, terlalu bertumpuk, atau di tempat yang sirkulasi udaranya kurang bagus, maka risiko pembusukan umbi porang sangat besar.

6. Umbi Rusak

Umbi rusak menjadi salah satu penyebab terjadinya umbi porang busuk.

Kerusakan tersebut di antaranya terdapat luka misalnya karena cangkul, atau umbi terbentur keras hingga bagian dalamnya memar atau hancur. Umbi yang rusak ini apabila tidak ditangani maka akan busuk.

7. Pemakaian Pupuk Tidak Benar

Pupuk yang tidak benar juga dapat mengakibatkan umbi porang busuk. Misalnya menggunakan pupuk kandang yang belum dingin (belum bercampur sempurna dengan tanah) dan tidak difermentasi.

Biasanya pupuk yang demikian masih mengandung jamur dan bakteri patogen. Jamur dan bakteri patogen ini dapat menyebabkan umbi porang membusuk.

Cara Mengatasi Umbi Porang yang Busuk

Bagaimana bila memiliki umbi porang yang busuk? Ketika mengalami hal ini, petani tidak perlu khawatir. Umbi yang busuk sebagian juga tidak perlu dibuang, karena masih bisa digunakan untuk bibit.

Ada cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi umbi porang yang terlanjur busuk dengan cara menjadikannya bibit porang dari umbi belah dengan langkah-langkah sebagai berikut: 

  • Pisahkan/sortir umbi porang yang busuk.
  • Siapkan pisau dan abu gosok.
  • Potong bagian umbi yang busuk dan ambil bagian umbi yang masih bagus.
  • Setelah itu lumuri luka bekas potongan pada umbi dengan abu gosok.
  • Biarkan sampai bekas luka potongan mengering.
  • Setelah luka bekas potongan mengering, umbi tersebut siap untuk ditanam.
Baca juga :   Begini Cara Memberantas Hama Porang dengan Tuntas

Penggunaan abu gosok bisa juga diganti dengan fungisida. Jika menggunakan fungisida caranya adalah dengan merendam umbi yang tadi dipotong pada larutan fungisida selama 30 menit. Untuk yang lainnya sama dengan cara di atas.

Cara Mencegah Umbi Porang Busuk

Agar umbi porang tidak busuk, ada beberapa cara untuk mencegahnya. Caranya sebagai berikut:

  1. Lahan penanaman dibuat guludan-guludan (gundukan) tanah yang tinggi agar drainase airnya bagus. Ini dimaksudkan supaya air hujan dapat mengalir dan umbi atau tanaman porang tidak tergenang. 
  2. Tanam porang dengan kerapatan yang sesuai, jangan terlalu rapat. Pastikan ketika porang sudah berdaun sempurna, sinar matahari tetap sampai ke permukaan tanah agar kelembaban terkontrol dengan baik.
  3. Gunakan bibit umbi maupun bibit katak yang dipanen setelah masa dorman. Karena bibit inilah yang pertumbuhan dan kepadatannya sudah sempurna.
  4. Lakukan pemanenan umbi porang setelah tumbuhan porang mengalami dorman,dan dibiarkan di dalam tanah selama minimal 2 bulan setelah tumbuhan dorman supaya akarnya sudah terlepas sendiri dari umbi. Ini dilakukan pada umbu baik umbi yang akan digunakan sebagai bibit maupun pada umbi produksi. 
  5. Simpan umbi porang di tempat yang tidak lembap dan memiliki siklus udara yang baik, sedikit terkena sinar matahari, dan tidak dibiarkan terlalu bertumpuk. 
  6. Sortir umbi dan pisahkan jika ada umbi yang rusak. Jangan satukan umbi rusak dengan umbi yang bagus, karena umbi yang busuk akan mengakibatkan umbi lain menjadi lembap dan akhirnya ikut busuk.
  7. Dalam pemupukan, gunakan pupuk kandang yang sudah dingin, dan lebih baik lagi gunakan pupuk kandang yang sudah difermentasi.

Demikian penjelasan tentang cara mengatasi umbi porang yang busuk. Semoga menjadi solusi bagi petani porang yang mengalami hal ini.

error: Sok atuh nulis sendiri, jangan asal copy aja hahaha !!