cara menanam porang di lahan terbuka

Cara Menanam Porang di Lahan Terbuka Agar Cepat Panen

Daftar Isi Artikel

Halo teman teman pada kesempatan kali ini saya akan membahas cara menanam porang yang baik dan benar walaupun masih tradisional. Mungkin bagi sebagian kalangan masyarakat nama porang masih asing di telinga kita.

Dalam kesempatan kali ini saya akan membahas tuntas tentang segala seluk beluk umbi porang hingga cara budidaya porang menggunakan teknik terbaru yang mampu membuat hasil serta waktu panen yang dibutuhkan menjadi efektif dan lebih efisien.

Porang atau umbi porang atau orang biasa menyebutnya iles-iles merupakan tanaman umbi umbian dari spesies Amorphophalus muelleri. Manfaat porang ini banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, bahan mie, pembungkus kapsul, bahan tahu, serta untuk bahan pembuatan lem dan jelly yang beberapa tahun terakhir kerap di ekspor ke Jepang dan Cina.

Umbi porang banyak mengandung glukomanan dalam bentuk tepung. Kandungan glukomanan pada porang ialah serat alami yang larut dalam air dan biasa digunakan sebagai zat adiktif makanan, bahan pengental bahkan dapat digunakan sebagai bahan untuk produk lem ramah lingkungan dan komponen pesawat terbang.

Oleh sebab itulah porang banyak diminati perusahaan-perusahaan besar terutama dari negeri cina dan Jepang, setiap tahun kebutuhan ekspor porang ke luar negeri bisa mencapai 150 ton, namun seringkali kebutuhan tersebut tidak terpenuhi.

Catatan Badan Karantina Pertanian menyebutkan ekspor porang pada tahun 2018 tercatat sebanyak 254 ton dengan nilai ekspor yang mencapai 11,31 miliar ke Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia, dan lain sebagainya.

Kebutuhan porang yang tinggi membuat harga jualnya pun ikut melonjak tinggi, sebagai informasi untuk harga porang basah atau biasa disebut umbi produksi dihargai minimal 4 ribu per kilogramnya sedangkan untuk porang kering harganya jauh lebih tinggi lagi yah itu sekitar 35-65 ribu per kilogramnya, woww lumayan bukan.

Usaha budidaya porang pun masih memiliki pasar yang luas bagi siapapun dan punya kesempatan yang sama untuk sukses budidaya umbi porang. Sebagai salah satu contoh kisah sukses petani porang ini adalah Bapak Paidi asal Madiun yang jadi sentra produksi umbi porang.

Baca juga :   Jarak Tanam Porang Ideal Dari Bibit Katak Porang

Paidi Porang awalnya dari seorang pemulung hingga kini sukses menjadi miliarder berkat usaha budidaya porang ini.

Nah langsung saja mari kita bahas step by step cara menanam porang agar cepat panen dan menghasilkan umbi yang lebih banyak walaupun dengan cara konvensional.

Syarat Tumbuh Tanaman Porang

Tanaman porang merupakan tanaman asli dari daerah tropis yang tumbuh di tegakan dengan kelembapan yang cukup dengan suhu sekitar 25° – 35° celcius, dan curah hujan antara 1000 hingga 1500 mm.

Tempat tumbuh yang optimal yaitu tempat dengan ketinggian 100 hingga 600 mdpl, dengan intensitas cahaya yang dibutuhkan antara 60% hingga 70%. Kondisi tanah yang diperlukan agar porang dapat tumbuh dengan baik adalah tanah dengan tekstur lembung berpasir dan bersih dari alang-alang dengan pha netral 6-7.

Persiapan Lahan Budidaya Porang

Lokasi terbaik untuk budidaya porang adalah dibawah naungan pepohonan dengan intensitas cahaya 60 hingga 70 persen, namun dilahan terbuka pun porang bisa tumbuh dengan baik dan normal asalkan diberikan naungan seperti paranet agar intensitas cahaya matahari tidak terlalu berlebih.

Pada lahan datar, setelah lahan dibersihkan dari gulma lalu dibuat guludan selebar 50cm dengan tinggi 25 cm dan panjang disesuaikan dengan lahan, jarak antara guludan adalah 50 cm, sedangkan untuk pada lahan miring lahan dibersihkan tidak perlu diolah lalu dibuat lubang tempat ruang tumbuh bibit yang dilaksanakan pada saat penanaman.

Pembuatan lubang tanam untuk bibit yang menggunakan umbi dengan ukuran lubang sekitar 20cm, pemberian pupuk dasar dilakukan sebelum umbi ditanam dengan pupuk kompos sebanyak setengah kilogram per lubang yang dicampur dengan tanah, sedangkan untuk katak pupuk kompos dicampur pada tanah sekitar ajir.

Budidaya porang dapat di tanam dengan berbagai macam tanah, namun untuk mendapatkan hasil yang baik maka lahan yang harus disiapkan adalah lahan dengan tanah yang subur dan gembur serta tidak tergenang air, selain itu pastikan kadar keasaman tanah berada pada ph 6 hingga 7.

Persiapan Bibit Tanaman Porang

Cara menanam porang dapat diperbanyak dengan cara vegetatif dan generatif, yaitu dengan menggunakan bulbil atau biasa disebut bibit katak. Untuk bibit yang baik dipilih dari tanaman porang yang sudah dorman dan bukan bibit cabutan.

Baca juga :   Cara Menanam Porang di Polybag yang Baik dan Bagus

Kebutuhan bibit persatuan luas sangat tergantung pada jenis bibit yang digunakan dan jarak tanam porang dari katak dengan persentase tumbuh benih diatas 90 persen, inilah kebutuhan benih perhektar dengan jarak tanam 1 x 0,5 meter, jika menggunakan umbi dibutuhkan sebanyak 1,5 ton dengan jumlah 20 hingga 30 buah/kg, sedangkan jika menggunakan bulbil per satu hektar dibutuhkan 350kg dengan diisi 170-175 buah/kg.

Dari setiap tanaman porang yang cukup besar dan tua mampu menghasilkan sampai 15 bulbil. Porang lebih bagus ditanam saat awal musim hujan yaitu sekitar bulan November atau Desember tergantung wilayah masing-masing.

Tahapan Cara Menanam Porang di Lahan Tanpa Naungan

Bibit yang sehat satu persatu dimasukkan kedalam lubang tanam dengan letak bakal tunas menghadap keatas, setelah itu tutup bibit tersebut dengan tanah halus atau tanah olahan setebal sekitar 3 cm, dan setiap lubang tanaman diisi 1 bibit porang dengan cara tanam tergantung kebutuhan.

Tanaman porang hanya mengalami pertumbuhan selama 5-6 bulan setiap tahunnya yaitu pada musim penghujan, diluar masa itu tanaman porang mengalami masa istirahat atau masa dorman yang daunnya akan layu sehingga tampak seolah olah mati, lalu tanaman akan tumbuh kembali pada musim penghujan dan umbi yang berada didalam tanah akan tumbuh membesar.

Tanaman porang setelah ditanam selama 3 tahun baru dapat dipanen untuk pertama kalinya, setelah itu tanaman ini dapat dipanen biji kataknya setahun sekali tanpa harus menanam kembali umbinya.

Waktu panen biasanya dilakukan pada bulan April sampai Juli yaitu pada saat tanaman mengalami masa dorman, rata-rata produksi umbi porang bisa mencapai 10 ton per hektar.

Untuk lebih jelasnya kawan semua bisa cek video petani porang.

Nah gimana sobat mudah bukan menanam umbi porang. Anda tertarik untuk budidaya porang? Semoga informasi yang saya share dapat bermanfaat untuk kawan kawan semua.

error: Sok atuh nulis sendiri, jangan asal copy aja hahaha !!