Budidaya Porang di Lahan Terbuka

6 Cara Menanam Bibit Porang Yang Mudah Dilakukan

Daftar Isi Artikel

Tanaman porang kini mulai digemari oleh para petani. Ini karena tidak hanya memiliki nilai jual tinggi, namun juga cara menanam bibit porang sangat mudah untuk dilakukan. Tanaman penghasil umbi ini memiliki pasar yang luas mulai dari Jepang hingga Korea.

Biasanya umbi porang diolah menjadi tepung untuk mendapatkan harga jual tinggi di pasar ekspor. Seperti yang sudah disebutkan, budidaya porang sendiri sangat mudah untuk dilakukan, berikut beberapa cara yang bisa diperhatikan agar porang tumbuh dengan subur hingga panen tiba, antara lain:

1. Jangan Jadikan Tanaman Tumpang Sari

Banyak ahli menyarankan agar tanaman porang tidak dijadikan sebagai tanaman tumpang sari. Hal ini karena dikhawatirkan apabila digabung dalam satu lahan akan terjadi perebutan nutrisi antara porang dan tanaman utama.  

Biasanya sistem penanaman ini terdapat 2 atau lebih jenis tanaman pada areal lahan yang sama yang ditanam dalam waktu bersamaan. Lahan tanam tersebut digunakan untuk menanam lebih dari 1 jenis tanaman pada waktu yang bersamaan sehingga lebih menghemat tempat.

2. Tanah Harus Diolah

Cara menanam bibit porang berikutnya yaitu tanah haruslah diolah. Hal utama yang harus dilakukan ialah merawat dan mengolah tanah tempat tanamnya. Kesuburan tanah menjadi faktor penentu dari kualitas tanaman.

Apabila porang ditanam pada tanah yang kurang subur, maka akan membuat umbi yang ada di tanah cenderung tumbuh ke arah atas. Biasanya akan menghasilkan umbi dengan bentuk serupa singkong.

Ini akan berbeda jika ditanam pada kondisi tanah yang subur maka umbi akan tumbuh ke samping dan membulat dengan ukuran cukup besar. Hasil umbi akan semakin bagus akan ditanam pada tanah dengan kandungan pasir yang tinggi.

Baca juga :   Cara Menanam Porang di Polybag

3. Usahakan Untuk Tidak Menanam Terlalu Dalam

Cara menanam bibit porang berikutnya yang harus diperhatikan yaitu tidak menanam terlalu dalam. Kedalaman ideal untuk menanam bibit porang ialah kisaran 10-15 cm. Apabila terlalu dalam maka hasil umbi akan memanjang seperti singkong.

4. Aturlah Jarak Tanam

Seperti yang diketahui, tanaman ini bisa ditanam di naungan pohon maupun tumbuhan lain. Namun meskipun demikian, tetap disarankan agar jarak tanamnya tidak terlalu rapat. Apabila jaraknya terlalu rapat akan mengakibatkan umbi porang sulit untuk tumbuh besar membulat.

5. Perhatikan Dalam Pemberian Pupuk Yang Tepat

Tidak hanya porang, namun semua tanaman tentu membutuhkan pupuk agar hasil panen bisa maksimal. Pupuk yang digunakan pada jenis tanaman ini adalah pupuk kandang karena memiliki kandungan kimia yang rendah dan lebih baik untuk tanah.

Pemberian pupuk lebih baik satu kali sebanyak 1 kg selama masa tanam. Pun jika ingin diberikan campuran pupuk kimia, juga bisa berikan 1 kali selama masa tanam. Masa tanamnya sendiri biasanya dilakukan pada musim kemarau hingga awal musim hujan.

6. Melakukan Perawatan Secara Rutin

Cara menanam bibit porang ialah tetap memperhatikan kondisi sekitar area tanam. Meskipun bisa tumbuh tanpa perawatan, namun akan lebih baik apabila diberikan perawatan yang baik agar umbi yang dihasilkan lebih berkualitas. Contohnya membersihkan alang-alang dan rumput di sekitar tanaman porang.

Hama yang tidak dibersihkan bisa menembus umbi dan merusak tanaman porang. Selain itu, jangan lupa juga lakukan semprot pestisida seperlunya apabila tanah terlalu lembab dan diserang jamur. Apabila tanah terinfeksi, maka petani wajib memberikan pupuk dan fungisida.

Itulah beberapa cara menanam bibit porang yang perlu diperhatikan. Porang sendiri bisa tumbuh di jenis tanah apapun dan memiliki toleransi tempat teduh yang sangat tinggi. Perhatikan ketinggian tanah ideal agar bisa tumbuh yaitu 100-600 mdpl.

Baca juga :   Catat! Ini Waktu Yang Tepat Tanam Porang Agar Hasil Panen Tidak Merugi
error: Sok atuh nulis sendiri, jangan asal copy aja hahaha !!