cara menanam porang

Harga Porang Termasuk Harga Bibit Porang dan Tepung Porang

Daftar Isi Artikel

Porang, tumbuhan dari jenis iles-ilesan ini semakin popular. Predikat si Umbi Emas tidaklah salah dijadikan julukannya. Dari tahun ke tahun pamornya semakin meroket. Apalagi harga porang sangat menjanjikan. Banyak petani yang sudah mengecap ‘manisnya’ membudidayakan porang.

Sesungguhnya harga porang tak selalu naik. Naik turun harga sudah biasa. Fluktuasi harga itu tetap ada. Akan tetapi, fluktuasi harga ini tidak menyurutkan niat para petani untuk terus menanamnya.

Penghasilan dari budidaya porang yang bisa mencapai ratusan juta per hektar tentu adalah alasan para petani tetap bertahan membudidayakan porang. Sebab, jika porang dipelihara dengan baik, hasil panennya akan maksimal. Harga yang sedikit turun masih bisa diimbangi dengan berat timbangan porangnya yang banyak. Sehingga nominal yang diterima petani masih menguntungkan.

Untuk sebagian orang yang belum pernah membudidayakan porang, pasti bertanya-tanya berapa harga porang? Kenapa banyak orang yang tertarik menanamnya? Apakah menanam porang benar-benar menguntungkan?

Dengan menggunakan pola tanam yang bagus, dalam penanaman lahan satu hektar bisa menghasilkan minimal 70 ton umbi porang. Jika harga porang basah saat panen itu 7 ribu rupiah saja, hasilnya sudah 490 juta rupiah. Itu baru hasil dari umbinya. Belum lagi hasil dari katak atau bubilnya minimal per hektar bisa menghasilkan satu ton katak. Wajar jika ada seorang petani porang mengatakan bisa mendapat omset hingga satu miliar per hektar.

Dibawah ini kami informasikan harga porang dengan berbagai bentuknya:

Harga Porang Basah

Porang basah adalah porang yang dijual dalam bentuk umbi langsung tanpa dilakukan proses pengeringan terlebih dahulu. Setelah dipanen, porang dibersihkan dari tanah dan akar yang melekat pada umbinya. Disortir antara umbi yang akan dijual dan umbi yang akan digunakan untuk bibit pada penanaman berikutnya.

Umbi yang kecil akan digunakan oleh petani sebagai bibit, sedangkan umbi-umbi yang besar akan dikirim ke pabrik untuk dijual. Standarnya berat umbi yang bisa diterima oleh pabrik adalah yang berukuran minimal 500 gr. Ini disesuaikan dengan alat yang ada di pabrik mereka.

Hal yang perlu diingat oleh petani, bahwa pabrik tidak mau menerima umbi yang dihasilkan dengan bantuan pupuk serta zat-zat kimia. Sebab, pemakaian zat-zat kimia akan merusak kualitas umbi dan membuat citra buruk bagi kualitas porang Indonesia di pasar Internasional. Jika porang Indonesia dianggap berkualitas jelek, tentu berpengaruh pada harga yang akan drastis turun. Atau bahkan tidak ada lagi yang mau membeli porang dari Indonesia. 

Baca juga :   Berapa Penyusutan Porang Basah Menjadi Kering? Simak Penjelasannya

Harga porang basah saat ini berkisar antara 7 ribu rupiah hingga 13 ribu rupiah per kilogramnya. 

Harga Porang Kering (Chips)

Porang kering atau Chips adalah porang iris yang sudah dikeringkan. Proses pengolahannya, setelah umbi porang dipanen, umbi dibersihkan dari tanah maupun akar yang menempel pada umbi seperti biasa dan dicuci. Proses pembersihan ini tentunya diperlukan supaya hasil porang iris tidak kotor.

Setelah porang dibersihkan, lalu diiris dengan mesin perajang. Ketebalan irisan yang diterima oleh pabrik sekitar 0.7 cm – 0.9 cm. Sebaiknya melakukan negosiasi dulu dengan pabrik untuk masalah ketebalan chips ini, agar tidak terjadi kerugian akibat ditolak pabrik karena ketebalan tidak sesuai standar mereka. 

Porang yang sudah diiris lalu dijemur dibawah sinar matahari langsung. Kekeringan harus mencapai 14% baru bisa dikirim ke pabrik. Sebab kekeringan yang kurang dari 14% rentan terkena jamur. Jamur dapat merusak dan mengurangi kualitas porang.

Harga porang kering dalam bentuk chips atau iris ini antara 70 ribu rupiah sampai 80 ribu rupiah per kilogram. Pada musim kemarau, untuk menghasilkan 1 kg porang iris kering diperlukan 5 kg porang basah. Hitung-hitungannya lebih untung menjual dalam bentuk porang iris kering daripada menjual porang basah. Hanya saja memerlukan waktu dan tenaga lebih untuk perajangan dan penjemuran.

Harga Tepung Porang

Tepung porang dihasilkan dari porang kering / chips yang dihaluskan dengan mesin tepung. Namun, untuk layak konsumsi tepung tersebut harus dilakukan proses pemisahan zat racun (asam oksalat yang menimbulkan gatal) yang terkandung dalam porang. Tepung porang murni yang hanya menyisakan zat glukomanan yang bisa diolah untuk bahan makanan.

Namun, pemisahan asam oksalat dari glukomanan memerlukan perlakuan dan alat khusus. Sehingga saat ini untuk tinggkat petani belum bisa memproduksi tepung porang murni sendiri. Baru tingkat pabrik yang bisa memproduksinya. 

Baca juga :   Chips Porang (Porang Kering): Cara Membuat, Harga dan Kualitas

Harga tepung porang murni berkisar antara 300 ribu rupiah hingga 450 ribu rupiah per kg.

Harga Bibit Porang

Selain bisa dijual untuk produksi, porang juga bisa dijual dalam bentuk bibit. Ada tiga jenis bibit porang, yaitu:

Bibit yang berasal dari umbi

Bibit yang berasal dari umbi harganya lebih murah dibanding bibit jenis lain. Bibit dari umbi harganya antara 15 ribu rupiah sampai 35 ribu rupiah per kilogram. Dalam satu kilogram didapat antara 2 – 20 umbi, tergantung dari berat umbinya. Jika umbi lebih kecil, maka isi per kilogramnya lebih banyak. Sebaliknya, jika umbi lebih besar, maka isinya lebih sedikit.

Bibit yang berasal dari katak / bubil

Bibit yang berasal dari katak atau disebut juga bubil diperoleh dari buah yang muncul pada tiap-tiap pertemuan cabang daunnya. Bentuknya agak lonjong dengan warna atau tampilan hampir mirip umbinya. Oleh karena itu banyak juga yang menyebutnya umbi katak.

Harga bibit dari katak antara 200 ribu rupiah hingga 300 ribu rupiah per kilogram. Dari satu kilogram didapat antara 100-300 buah katak, tergantung pada ukurannya.

Bibit yang berasal dari biji

Pada tanaman porang yang sudah berumur tiga tahun atau lebih akan muncul batang buah. Artinya ada satu atau beberapa batang porang ini tidak berdaun, melainkan berbuah, sebagaimana jenis iles-ilesan lainnya. Nah, buah inilah yang bisa dijadikan bibit.

Buah yang sudah matang bisa dikeringkan. Dalam satu kilogram bisa mencapai 500 bibit. Tetapi, menurut Bapak Paidi, pemilik PT. Indo Porang, melalui channel Youtubenya menyebutkan, satu kilogram bisa mencapai 1000 bibit.

Harga satu kilogram bibit dari biji kering berkisar 500 ribu rupiah sampai 600 ribu rupiah. Namun ada juga yang menjual dalam biji basah masih dengan batangnya. Dalam satu batang terdapat kumpulan buah yang jumlahnya antara 60 biji hingga 200 biji, tergantung besar kecilnya tangkai/batang buah tersebut. Biasanya harganya sekitar 35 ribu sampai 50 ribu rupiah per batangnya.

error: Sok atuh nulis sendiri, jangan asal copy aja hahaha !!