cara karantina bibit porang

Cara Karantina Bibit Porang Terbaik

Bagaimana cara karantina bibit porang yang paling baik? Ada berbagai macam cara karantina dari bibit porang, dengan hasil-hasil tertentu yang selama ini kita lakukan pengamatan sampai dengan hari ini karantina dari bibit porang ini ada yang mempunyai hasil maksimal dan ada yang kurang karena dari bibit katak porang yang kita peroleh walaupun itu dorman asli dengan karantina yang salah itu pun hasilnya akan berbeda.

Salah satu cara karantina bibit porang yang bisa dilakukan dengan menaruh bibit katak porang di tempat yang kita sudah siapkan dan disebar tipis, ini salah satu contoh yang mungkin kita bisa liat ini mungkin saya sudah semprot dengan anti jamur nah itu pun masih ada beberapa yang terkena jamur, ini tadi pagi saya pilihin ini hasilnya yang ada jamurnya putih-putih ini mulai berjamur ini akhirnya memang saya karantina kita pisahkan dengan perlakuan khusus yang bisa kita lihat ini dicek satu minggu sekali untuk hasil-hasil ada disini yang kita tinggal pilih-pilihin nanti lihat yang itu sekiranya ada jamur mungkin kita perlakukan dengan cara yang khusus.

Untuk cara yang mau bikin rak kayak gini ini cara-cara yang bisa kita gunakan juga, sehingga sirkulasi udara bisa dari atas dan juga bisa dari bawah, nanti untuk menanggulangi jamur bisa kita spray atau mungkin kita taburin dengan obat anti jamur yang warnanya putih kayak gini nah mencegah untuk timbulnya jamur, untuk cara yang kayak gini relatif lebih aman daripada kita taruh di bawah, ini relatif lebih aman yang digunakan di rak ini lebih aman, cuman untuk di rak sendiri ini perlu diwaspadai juga karena nanti untuk kadar kekeringannya akan lebih cepat.

Amannya untuk kadar keringnya nanti bibit ini sampai dengan masa tanam biasanya lebih cepat untuk mengering lebih cepat untuk susut dan disitu asal kita masih menjaga ini kalau bibitnya dari yang lumayan besar yang kayak gini ini masih relatif aman nanti, ini cara-cara yang kedua yang mungkin kita sampaikan.

Terus untuk lanjut lagi ini cara yang ketiga ini baru saya uji coba, cuman kita sudah naru disini selama tiga minggu ditaruh di dalam suatu tempat ya ini saya campur dengan cocobit dan hasilnya disini itu saya menyatakan hasil yang ada disini itu hasil yang terbagus dala penyimpanan dalam karantina nih, ini cocobit saya taburi juga dengan obat jamur porang yang katak-katak ini saya masukkan saya campur dengan cocobit ini hasilnya masih kenceng-kenceng dan beratnya juga penurunannya sangat kurang maksimalnya lebih maksimal lagi.

Untuk pori-pori dan sebagainya ini masih sangat bagus ini menutup semua dan yang disini pangkal pahanya nutup semua untuk beratnya juga lebih maksimal kelihatan masih seger-seger, ini memang saya coba cara yang saya adopsi dengan cara kemarin yang saya sampaikan di dalam lahan ya karena dalam lahan itu masih ada risiko yang lumayan besar, ini saya mencoba untuk mengamankan bibit yang kayak gini itu dengan mengadopsi dari cara yang ada dilahan langsung, ini saya taburi dengan obat anti jamur medianya terus benih-benih dimasukkan kesini.

Ini sudah 3 minggu kita karantina kita ada panen kita masukkan kita ada panen kita masukkan disini, hasilnya sangat luar biasa paling aman diantar cara-cara yang kita gunakan dalam karantina menurut analisa kami ada mungkin pendapat-pendapat yang dari luar yang berbeda cuman menurut analisa kami yang kita lakukan nah ini ialah cara yang paling aman untuk bibit supaya tidak kena jamur ah disini paling aman paling bagus masih seger-seger masih kuat masih luar biasa, ini cara kita yang paling aman.

Baca juga :   Mengenal Umbi Porang Pohon yang Banyak Manfaatnya

Untuk yang di rak kayak gini ini ialah cara yang aman yang kedua secara fisik secara otomatis jamurnya juga sudah mulai aman, cuman penyusutan dan sebagainya disini cenderung lebih banyak nah lebih banyak drop, cara yang paling tidak aman menurut kami ialah saat benih-benih nanti ditaruh dilantai walaupun itu sudah ditaruh diratakan dikasih obat jamur saya masih menemukan beberapa yang masih kena jamur ya ini sama-sama yang di rak yang dilantai mungkin sama tapi penyusutannya juga hampir sama yang di rak lebih cepat susut kalau yang dilantai ini kurang lebih susutnya lebih terjaga untuk yang kita masukkan ke cocobit tadi untuk susutnya sangat terjaga sekali dan kualitasnya semakin bagus, nah ini cara-cara yang maksimal kita lakukan disitu , nah terus kenapa kita bikin rak-rak kayak gini ah ini sebenarnya eh untuk teman-teman karena ada beberapa petani pemula juga yang kadang datang kesini minta bibit minta mau beli bibit nah ini memang sengaja kita display supaya kelihatan rapi kelihatan bagus kan begitu, nah kalau nanti displaynya seperti yang kita taruh di cocobit nanti ya nanti orangnya malah bingung ini jualannya kok tidak bagus dan rapi kan begitu, makanya kita bikin display di rak-rak ini tujuannya ya satu untuk penyimpanan karena dia jumlahnya banyak ya lebih aman menyimpannya dengan rak-rak gini sirkulasi udaranya dari atas kena dari bawah kena kita ngontrolnya juga lebih gampang yang mungkin seminggu sekali lah kita lihat nanti sambil menikmati eh melihat pemandangan katak-katak yang disini nah kita kontrol kira-kira ada yang jamur atau nda disitu, kalau yang kering ya nanti kita ambil yang kira-kira busuk jamur ya nanti kita ambil begitu , ini sekedar untuk dsiplay untuk teman-teman yang ingin budidaya disitu bisa kita lihat kita tampilkan yang ada disini tujuannya memang lebih kesitu tapi kembali lagi kalau kita sudah punya bibit penanganan bibit paling aman ya karena nantinya sebenarnya karantina secara alami yang ada di kebun kayak kemarin kalau memang dikebun dirasa tidak aman nahh ini saya mencoba untuk tadi kita utarakan kita masukkan ke dalam cocobit, sementara untuk hasil yang kita karantina dengan adanya kita masuki cocobit percobaan kita selama tiga minggu itu kita menemukan hasil yang paling maksimal, nah terus yang kedua yang perlu disampaikan kepada teman-teman dalam membeli bibit itu usahakan ya usahakan kita memperoleh bibit-bibit yang sudah nutup ya nutup kayak gini, ini hasil belakangnya itu sudah nutup nah ini kadang yang membedakan harga dari bibit itu berbeda-beda karena kalau sudah nutup kayak gini secara otomatis ini sudah karantina dan sudah proses untuk penyimpanan jadi bibit yang bagus nah berbeda lagi dengan bibit-bibit yang nantinya itu mempunyai sifat yang karakternya itu belum menutup nah ini karakter dari bibit yang belum menutup nah kalau kayak gini secara otomatis kadar airnya sudah juga masih tinggi berbeda dengan nah ini juga sama belum menutup nah bibit-bibit yang sudah menutup ini sudah kita karantina sudah cukup lama sehingga harga-harganya tentunya yang membedakan karena kita sudah karantina sudah penyusutan harga perkilonya secara otomatis juga berbeda nah ini kalau dari temn-teman nanti untuk menyimpulkan harga saat ini sama-sama mungkin satu kilo harganya yang sana sekian yang sini sekian itu kita harus jeli dalam artian lebih bagus mana bibitnya sudah dikarantina lama atau masih baru dipetik kan begitu, ini yang akan membedakan bibit karena nanti untuk bibit sendiri seperti yang kayak gini ini sudah nutup harganya tentu berbeda dengan yang masih agak coklat nah ini baru akan menutup ini sudah penyusutannya sudah lumayan banyak karena rata-rata untuk bibit ini sampai dengan nanti musim tanam itu rata-rata penyusutan sampai 30% dari beratnya, nah ini salah satu contoh bibit yang kita biarkan dilahan ini juga kura kura uda nutup, ini jadi bibit hidup yang selektif rata-rata disini pun juga lebih aman ya beratnya pun juga lebih terjaga kekerasannya juga lebih terjaga nah ini sebenarnya yang kita masukkan ke cocobit saya mengadopsi dari bibit karantina di alam, ini karantina menurut kami analisa kami ini ialah karantina yang paling baik ya diseleksi secara alami dipelihara oleh alam ya akhirnya menjadi bibit-bibit yang sudah baik, ini sudah nutup biasane sudah waktu nutup ini usia sudah nyampe dari kita lepas itu sudah nyampe 1 minggu 2 minggu itu baru nutup warnanya item kayak gini, ini memang sengaja kita masih taruh dilahan karena kalau lahannya kita aman tidak ada masalah, kalau dari teman-teman yang lain pengen karantina tarolah nanti untuk bibit-bibit itu di tanah yang mungkin disitu diratakan terus ditaruh dibawah yang ada pohon biar seleksi alam ada atasnya, kemarin saya sarankan ditaburi daun-daun itu untuk menjaga kelembapan, terus ada pertanyaan dari teman untuk kelembapan karantina bibit butuh berapa persen toh? Nah masing-masing daerah berbeda karena nanti untuk suhu dan mdpl juga berbeda, ada yang dataran rendah ada yang dataran tinggi, dataran tinggi rata-rata penyusutan cuman sampai 20% untuk dataran rendah rata-rata sekitar 30% ya ini berbeda cara karantina dan karantina saat ini pun masih musim hujan berbeda lagi dengan karantina nanti pada waktu sudah kemarau secara otomatis perlakuan bibit kalau saat ini masih kita panaskan kena hujan kayak gini secara alami mungkin masih bisa tidak ada masalah, tapi pada waktu kemarau kering kerontang nanti kalau kita biarkan kena sinar matahari terlalu panas ya bibit ini nanti jadinya kering apalagi kalau yang kataknya kecil itu jadi kering sekali, makanya kita sarankan untuk ditaruh dibawah pohon naungan kalau yang mau karantina alam nanti sampai dengan musim tanam rata-rata bulan 10 kita bisa amankan begitu. Begitu ya teman-teman mungkin penjelasan saya terima kasih.

Baca juga :   Pilih Mana, Tanaman Porang dari Bibit Katak atau Bibit Umbi?
error: Sok atuh nulis sendiri, jangan asal copy aja hahaha !!