ekspor porang

Update! Ekspor Porang Mulai Dibuka Negara Ini

Alhamdulillah minggu ini pabrik pengolahan porang Indonesia mulai melakukan pengiriman ke luar negeri. Setidaknya ada 2 pabrik porang yang telah melakukan ekspor ke negara ini.

Pembukaan ekspor porang di tahun 2022 ini dilakukan oleh pabrik pengolahan porang di Jawa Timur yakni PT Asia Prima Konjac dengan mengirimkan porang dalam bentuk serpihan porang atau chips porang kering sebanyak 150 ton ke China pada tanggal 6 Juli 2022.

Selanjutnya pada tanggal 9 Juli 2022, Menteri Pertanian RI melepas ekspor porang yang dilakukan oleh pabrik pengolahan porang di Sulawesi Selatan yakni PT Insan Agro Sejahtera sebanyak 110 ton chips porang dengan tujuan China.

Hal ini menjadi angin segar bagi para petani porang Indonesia setelah dihantam badai harga porang yang anjlok dari awal tahun 2022. Memang banyak faktor yang menjadi penyebab harga porang anjlok, salah satunya terkait dengan Food Safety.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa China selama dua tahun terakhir ini menutup pintu ekspor porang dari luar karena salah satu pengekspor pasokan bahan makanan ke China ditemukan tikus sehingga pintu ekspor ditutup.

Direktur Pemasaran dan Produksi PT Asia Prima Konjac, William J. Tedjo mengungkapkan akibat Negara Cina menutup pintu ekspor porang membuat pabrik pengolahan porang di Indonesia sempat menumpuk porang dan membuat harga porang anjlok.

Namun dengan adanya pembukaan ekspor porang ini diharapkan harga porang 2022 bisa semakin meningkat agar para petani porang tidak merugi.

“Harga umbi porang basah saat ini kisaran Rp 3.000/kg dari sebelumnya sempat Rp 2.000/kg dan mulai berangsur-angsur naik,” kata Direktur Pengadaan PT Asia Prima Konjac, Madiun Revie Christianto Gozali.

Saat ini pabrik pengolahan porang lagi berusaha agar harga porang 2022 bisa kembali normal dengan mengupayakan peningkatan kualitas porang sehingga hasil olahan porang Indonesia bisa diterima di mancanegara.

Baca juga :   Seputar Kemitraan Budidaya Porang dan Syarat Menanamnya

Oleh karena itu, pabrik pengolahan dan petani porang harus memenuhi standar kualitas persyaratan ekspor negara pengimpor. Jika hal ini dilanggar maka bisa berakibat ekspor porang Indonesia terhenti lagi karena Importir sudah tidak percaya dengan Indonesia.

Penantian panjang terkait ekspor porang kembali dibuka untuk pengiriman serpih porang setelah penilaian resiko keamanan pangan selesai dilakukan oleh pihak General Administration of Customs of The People’s Republic of China (GACC).

Menurut Kepala Balai Besar Karantina Makassar, Luthfi Nasir hal ini sesuai dengan kesepakatan antara Administrasi Umum Bea Cukai Republik Rakyat China dan Kementrian Pertanian Republik Indonesia yang diterbitkan pada tanggal 28 November 2021.

“PT. Insan Agro Sejahtera merupakan salah satu perusahaan yang berhasil memperoleh rekomendasi tahap pertama yang telah diajukan Badan Karantina Pertanian kepada GACC pada Maret 2022, yang ditandai dengan diterbitkannya nomor registrasi GACC pada system China Import Food Enterprise Registration (CIFER),” ungkap Luthfi.

Menurut data Balai Besar Karantina Pertanian Makassar, data ekspor porang dari tahun 2018 hingga 2020 sebanyak 1.052 ton untuk tujuan China. Ekspor porang Indonesia juga ke beberapa negara lain yakni Chili, Hongkong, Laos, Malaysia, Thailand dan Vietnam.

Sementara itu Menteri Pertanian RI menjelaskan, keberhasilan Indonesia, khususnya Kementerian Pertanian membuka kembali ekspor porang ini merupakan perjuangan keras. Pasalnya, China menetapkan protokol persyaratan teknis, yakni harus teregistrasinya asal lahan atau daerah penghasil porang dengan baik oleh China.

“Ini menjadi aturan-aturan supaya ekspor porang ke China bisa diterima lagi. Alhamdulillah hari ini, kita telah penuhi sehingga adanya pergerakan ekspor porang ke China kita berharap harganya berangsur naik,” jelas SYL.

Menteri Pertanian Indonesia menegaskan, dalam upaya meningkatkan harga porang dan menggairahkan kembali budidaya porang sebagai komoditas ekspor, negara tujuan ekspor porang tidak hanya ke China, tapi juga Kementan mengupayakan menjalin kerja dengan negara-negara lainnya.

Baca juga :   Porang Ekspor: Persyaratan hingga Negara Tujuan Ekspor Porang

Kementan juga tengah melakukan upaya diversifikasi produk olahan porang untuk meningkatkan nilai tambah yang didapatkan petani porang.

“Porang ini tidak hanya untuk beras porang sebagai makanan sehat yang zero gula, tapi juga digunakan sebagai bahan kosmetik dan obat-obatan dalam dunia farmasi. Oleh karena itu, saya harapkan produk porang ini tidak sebatas bentuk chip, tapi hingga produk olahan seperti tepung dan mie porang. Ini yang harus kita capai,” tutur Menteri Pertanian RI.

Semoga saja dengan adanya pembukaan ekspor porang ini maka harga porang kembali normal dan tentunya petani porang kembali semangat menanam porang.

error: Sok atuh nulis sendiri, jangan asal copy aja hahaha !!