cara budidaya tanaman porang

Cara Budidaya Tanaman Porang dengan Modal Kecil Hasil Besar

Ini adalah cara kami berinvestasi budidaya tanaman porang dengan menggunakan modal yang sangat minim. Kita memanfaatkan bibit katak mini yang berukuran 1000-2000 biji dalam 1 kg dan juga menggunakan lahan yang tidak produktif. Lahan ini berada di bawah naungan pohon sengon dan jati. Seperti apa metode dan teknik yang kita gunakan? Simak artikel berikut!

Kami berinvestasi porang dalam jangka panjang dan menggunakan modal yang sangat kecil dan biaya perawatannya juga kecil. Cara ini bisa dilakukan untuk teman-teman petani yang mungkin punya kelebihan bibit atau mungkin hasil tanaman tahun sebelumnya ada bibit katak yang ukurannya itu kecil, bisa memanfaatkan cara ini.

Bibit yang kita gunakan yaitu bibit katak ukuran mini, isi sekitar 1000-2000 dalam 1 kg. Kemudian lahan yang kita gunakan adalah lahan non-produktif. Maksudnya, lahan yang tidak memiliki hasil musiman jadi hanya ditanami pohon sengon dan pohon jati.

Karena pohon sengon dan pohon jati bisa memberikan hasil setelah berusia lima tahun keatas, untuk hasil musiman atau tahunannya tidak ada. Sehingga kita memanfaatkan lahan yang tidur ini dengan menanami tanaman porang.

Cara Budidaya Tanaman Porang

Metode atau cara budidaya tanaman porang yang kita gunakan ini adalah metode penanaman semiliar. Kita menggunakan jarak tanam yang sangat dekat, hanya sekitar satu jengkal bahkan tidak ada.

Dan kita hanya melakukan atau membuat lubang-lubang tanpa pengolahan tanah. Jadi, metode investasi dalam jangka panjang ini sangat hemat biaya. Kenapa hemat biaya?

Karena tanpa pengolahan lahan sama sekali, tanpa pembajakan dengan traktor dan tanpa penggunaan pupuk dasar. Sehingga biayanya akan sangat kecil. Kemudian untuk bibit adalah bibit katak mini untuk pola penanaman intensif.

Baca juga :   Analisa Usaha Tanaman Porang dari 3 Jenis Bibit Porang

Saya rasa bibit ukuran segini ini terlalu kecil karena ukurannya 1000-2000 biji, sehingga kalau ditanam dengan pola tanam intensif menurut saya justru akan terjadi pembengkakan di biaya perawatannya. Jadi, cara yang kami gunakan adalah memanfaatkan bibit isi 1000-2000 biji dalam 1 kg dengan metode penanaman semiliar.

Untuk penanamannya, setelah lahan dibuat lobang-lobang dengan jarak tanam yang sangat dekat, tinggal kita masukkan saja. Seperti itulah mudahnya menanam. Memang banyak metode yang bisa digunakan, tetapi untuk metode penanaman seperti ini memang hasilnya tidak akan sebagus orang yang menanam dengan cara intensif.

Ada berbagai jenis lahan, berbagai metode atau teknik dan juga berbagai jenis bibit yang bisa kita gunakan untuk penanaman porang kita. Salah satu metode yang saya jelaskan merupakan metode yang sangat hemat biaya.

Namun kekurangannya adalah hasilnya tidak akan sebagus yang ditanam secara intensif. Meskipun begitu, pada intinya, selama bibit itu sudah terkubur di dalam tanah dia akan tumbuh dan akan besar. Yang membedakan hanyalah hasil umbi dan masa panennya saja.

Sebelum kita tanami, sudah ada beberapa tanaman yang sudah tumbuh dilahan ini. Jadi lahan ini memang sejak tahun kemarin sudah kita tanami. Akan tetapi tahun kemarin menggunakan bibit katak mini dan hanya kita tebar saja, tidak kita tanam secara tertata, sehingga tumbuhnya pun sekarang acak-acakan. Kemudian kita rapatkan lagi dan kita tanami lagi tahun ini dengan menggunakan bibit katak setelah musim depan.

Kalau misalkan kita memiliki lahan baru untuk perluasan lahan, bisa kita bongkar dan kita pindahkan ke lahan yang baru dengan pola penanaman yang intensif atau jika memang tidak ada lahan baru untuk perluasan kita biarkan saja sampai besar di lahan ini.

Baca juga :   Ini Kerugian Menanam Porang!

Jadi, kita hanya biarkan sampai besar seperti di habitat aslinya yaitu alam liar. Di habitat aslinya, ia tumbuh tidak teratur dan tanpa perawatan. Kali ini kita juga akan menggunakan metode yang hampir mirip seperti di alam liar atau habitat asli tanaman ini, yaitu tanpa pengolahan tanah dan tanpa pupuk dasar.

Kita tidak menggunakan pupuk dasar, hanya memanfaatkan kompos alami dari daun-daunan yang membusuk dan batang-batang yang membusuk. Kita tak perlu membuat kompos ini secara manual. Jadi, kita memanfaatkan daun daun Sengon yang jatuh kemudian membusuk. Karena ini sudah cukup bagus untuk menggemburkan tanah dan sangat bagus untuk tanaman.

Untuk yang berada di bawah naungan pohon jati, akan perlu perawatan yang lebih dari yang ada di bawah naungan pohon sengon. Karena pohon jati itu daunnya lebih lebar, terkadang daun jati akan jatuh ke daun porang. Kalau kita ada waktu, lebih baik kita bersihkan daun-daun jati tersebut.

Jadi seperti itulah penjelasan kita kali ini untuk penanaman porang semi liar dengan modal yang minim dan memanfaatkan bibit katak supermini, hasilnya akan besar tapi tentu saja waktu panennya lebih lama dibandingkan dengan metode tanam secara intensif.

error: Sok atuh nulis sendiri, jangan asal copy aja hahaha !!