cara budidaya tanaman porang

Analisa Usaha Porang dengan Asumsi Hasil dan Keuntungan Terkecil

Daftar Isi Artikel

Usaha budidaya porang semakin banyak diminati oleh para petani. Banyak para petani pemula yang tertarik membudidayakan porang, karena penghasilan dari porang yang menjanjikan. Hanya saja lebih baik kita mengetahui sebelumnya tentang analisa usaha porang.

Sebagai komoditas ekspor yang banyak dibutuhkan dalam berbagai industri, porang memang memiliki pangsa pasar yang luas. Banyaknya permintaan pasar dunia terhadap porang, menjanjikan bahwa usaha budidaya porang tidak akan surut.

Harga porang memang fluktuatif, tapi tidak pernah tidak laku sama sekali. Dalam dunia usaha atau perniagaan, fluktuasi harga adalah hal biasa. Begitu pula dengan naik turunnya harga porang, semestinya tidak perlu dikhawatirkan oleh para petani. 

Bagi para petani pemula yang ingin memulai usaha budidaya porang, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu analisa usaha porang. Supaya saat nanti sudah terjun untuk usaha budidaya porang, dapat diterapkan dan dapat menjadi bahan acuan dalam pengelolaan yang lebih baik.

Berikut ini analisa usaha porang untuk lahan 1 hektar dan dengan asumsi hasil panen dan keuntungan terkecil.

Sengaja kami memberikan analisa terkecil supaya dapat dilihat usaha porang ini apakah resiko ruginya besar atau minim.

Tentunya dengan catatan bahwa budidaya dan perawatan tanaman porangnya dilakukan dengan optimal.

Sebab kerugian yang dialami petani porang kebanyakan adalah dikarenakan pola tanam dan perawatan yang tidak tepat.

Analisa Usaha Porang 1 Hektar dalam Tiga Tahun

Di bawah ini analisa usaha porang 1 hektar dalam dalam waktu tiga tahun. Asumsinya tahun ketiga porang dipanen dan dijual. Analisa biaya kami buat maksimal, sedangkan keuntungan diasumsikan yang terkecil.

Asumsi Pola Budidaya Borang

Jarak tanam 1 meter x 1 meter

Harga bibit 30.000/kg 

Asumsi berat bibit rata2 1 ons per bibit, jadi isi per kilogramnya 10 butir bibit.

Baca juga :   Cara Budidaya Tanaman Porang dengan Modal Kecil Hasil Besar

Rincian Biaya 

NO KETERANGANSATUAN BIAYABIAYA PER SATUAN (RP)JUMLAH BIAYA (RP)
1Persiapan lahan tanamBorongan 1 ha2.000.0002.000.000
2Pembelian bibit porang10.0003.00030.000.000
3Ongkos kirim bibit1 kali100.000100.000
4Penanaman 10.000 bibit porangBorongan1.000.0001.000.000
5Perawatan dan pemupukan tahun pertama Borongan700.000700.000
6Perawatan dan pemupukan tahun keduaBorongan700.000700.000
7Perawatan dan pemupukan tahun ketigaBorongan700.000700.000

Total analisis biaya 35.200.000

Rincian Pendapatan

Pendapatan yang diperoleh dari usaha budidaya porang adalah pendapat dari katak dan dari umbi. Katak porang dapat dijual untuk dijadikan bibit kepada petani lain. Bisa pula dijadikan bibit sendiri untuk masa tanam ke depannya.

Sedangkan umbi porang merupakan hasil tanam porang yang utama. Umbi inilah yang menjadi komoditas ekspor dengan kandungan yang bermanfaat untuk berbagai bidang dan industri. 

Sekarang kita analisis pendapatan petani dari usaha budidaya porang. Kita asumsikan saja bahwa katak tidak dijual, tetapi digunakan untuk bibit masa tanam berikutnya. Yang dihitung hanya penjualan hasil panen umbi saja. 

Misalnya harga umbi saat panen sedang rendah, yaitu 5.000 rupiah.

Satu umbi ambil terkecil saat dipanen masing-masing beratnya 1 kilogram dalam satu tahun atau 3 kilogram di tahun ketiga. Maka penghasilan yang didapat adalah:

3 kg x 10.000 batang = 30.000 kg

Jadi, hasil penjualan umbi porangnya = 30.000 kg x Rp5000 = Rp150.000.000

Keuntungan yang didapat dari penanaman porang yang dipanen pada tahun ketiga adalah sebagai berikut:

Hasil penjualan umbi setelah panen di tahun ketiga (pendapatan) – Total biaya

= Rp150.000.000 – Rp35.200.000

= Rp114.800.000

Jadi, keuntungan yang diperoleh dari usaha porang yang ditanam selama tiga tahun adalah Rp114.800.000

Tentu saja analisa ini tidak akan sama dengan yang terjadi atau yang dialami oleh semua petani. Sebab biaya yang dikeluarkan akan ada sedikit perbedaan.

Baca juga :   Analisa Modal Usaha dan Biaya Porang Panen 1 Musim

Baca juga : Analisa Usaha Tanaman Porang dari 3 Jenis Bibit Porang

Karena standar harga bibit maupun biaya-biaya lain di daerah yang berbeda akan memiliki perbedaan pula. Jarak tanam yang digunakan juga mempengaruhi banyaknya porang yang ditanam. Belum lagi jika hasil panen katak dijual, maka penghasilan akan lebih dari analisa di atas.

Selain itu, hasil panen yang diperoleh juga pasti akan berbeda, sebab di sini analisa yang digunakan dengan hasil yang paling minim.

Kemungkinan porang yang ditanam dalam kurun waktu tiga tahun dari bibit umbi seberat 1 ons akan menghasilkan umbi yang lebih berat. Hal ini apabila didukung dengan cara tanam dan perawatan yang tepat dan maksimal. 

Tips Sukses Usaha Budidaya Porang

Untuk mencapai hasil yang maksimal dari usaha budidaya porang, perlu memperhatikan hal-hal berikut:

Persiapan lahan yang tepat di masa pra tanam. Yaitu dengan mempersiapkan dan membersihkan lahan dari gulma maupun materi-materi lain seperti akar, kayu, atau batu yang akan mengganggu pertumbuhan porang.

  1. Pola dan jarak tanam yang tepat. Baca Jarak Tanam Porang Untuk Maksimalkan Hasil Panen Umbi Porang
  2. Bibit yang digunakan adalah bibit yang sehat dan tidak terdapat luka atau busuk. Baca Memilih Jenis Bibit Porang yang Baik Untuk Pemula
  3. Perawatan baik itu penyiangan, pemupukan, serta pengendalian hama dilakukan secara intensif. Baca Ini 4 Cara Pemupukan Porang yang Benar
  4. Proses panen dilakukan pada saat yang baik, yaitu ketika pohon porang sudah memasuki masa dorman. Dengan demikian umbi yang dipanen telah mengalami pemadatan sehingga berat umbi tidak akan menyusut setelah dipanen. Baca Kualitas Terjaga Kalau Cara Panen Porang Seperti Ini
error: Sok atuh nulis sendiri, jangan asal copy aja hahaha !!