cara tanam porang musim kemarau

5 Cara Tanam Porang Musim Kemarau yang Akan Dorman

Daftar Isi Artikel

Musim kemarau merupakan tantangan tersendiri bagi para petani tumbuhan porang. Pada musim ini, umbi porang akan berhenti tumbuh atau disebut juga dorman. Keadaan demikian tidak dapat mendukung pertumbuhan porang dengan normal. Lalu, bagaimana cara tanam porang musim kemarau?

Para petani porang sudah cukup akrab dengan tantangan musim kemarau ini. Meskipun porang akan dorman, ada beberapa cara yang dapat diaplikasikan secara khusus untuk menanam porang di musim kemarau. Apa saja cara tersebut? Mari perhatikan penjelasannya di bawah ini:

1. Tanam Bibit Belum Bertunas

Umumnya, tumbuhan ini akan memakan waktu hingga enam bulan untuk bisa dipanen. Akan tetapi pada musim kemarau, hujan terjadi dengan intensitas rendah. Padahal, tunas pada bibit atau umbi hanya tumbuh saat mendapatkan air hujan.

Faktanya, tumbuhan porang yang sudah bertunas namun tidak mendapatkan air hujan lagi justru akan tumbuh tidak normal. Oleh karena itu, cara tanam porang musim kemarau yang pertama ini adalah menanam bibit atau umbi yang belum bertunas. Hal ini, sengaja dilakukan agar pertumbuhan tunas tertunda.

2. Angkat Umbi Agar Tidak Bertunas

Terkadang di tengah musim kemarau, juga masih ada sedikit hujan yang turun. Bahkan, terkadang cuaca bisa jadi tidak menentu. Misalnya seperti hujan berhari-hari, namun diikuti dengan cuaca terik tanpa hujan berbulan-bulan. Apabila kondisi demikian, sebaiknya segera angkat bibit atau umbi porang.

Cara ini, sebenarnya juga termasuk dalam cara antisipasi pertumbuhan porang yang tidak normal. Ingat, tunas yang sudah tumbuh namun tidak mendapatkan curah hujan akan rusak bila dibiarkan saja. Apabila kondisi cuaca tidak menentu, sebaiknya segera angkat umbi dan tanam kembali di musim berikutnya.

Baca juga :   Cara Budidaya Porang di Polybag dengan Mudah serta Praktis

3. Berikan Pupuk Kandang di Awal Periode Musim Berikutnya

Saat porang melewati masa kemarau dengan keadaan dorman, tumbuhan porang akan terlihat layu. Jika orang awam melihatnya bahkan tumbuhan ini bisa disangka sudah mati. Akan tetapi, sebenarnya tumbuhan porang ini masih hidup dan bisa lebih subur lagi.

Petani bisa melakukan cara tanam porang musim kemarau dengan memberikan pupuk pada periode musim berikutnya. Artinya, saat musim kemarau benar-benar kering, petani bisa membiarkan porang yang tidak bertunas, berhenti tumbuh. Biarkan hingga memasuki awal periode musim berikutnya dan berikan pupuk kandang untuk menumbuhkannya kembali.

4. Menanam Pada Lahan dengan Tanah Gembur

Menurut beberapa sumber, tumbuhan porang bisa tumbuh tanpa memerlukan perawatan yang intensif. Kuncinya terletak pada kualitas tanah lahan. Menanam porang di musim kemarau, bisa dilakukan dengan pengolahan tanah yang baik agar tetap gembur.

Untuk membuat tanah tetap gembur, lahan harus terbebas dari gulma. Tumbuhan liar di sekitar lahan tanam akan menyerap nutrisi tanah dan membuat pertumbuhan porang terhambat. Tanah gembur bukan hanya dapat membantu pertumbuhan porang, tapi juga menghasilkan bentuk umbi yang sempurna.

5. Tunda Panen

Terakhir, cara menanam porang di musim kemarau ini disarankan oleh Profesor Edi, seorang pembicara dalam wawancara yang ditayangkan di situs resmi Universitas IPB. Menurut Profesor Edi, cara menanam porang di musim kemarau, yang cenderung akan mengalami dorman, ialah dengan menunda panen.

Meskipun umumnya porang bisa dipanen setiap enam bulan sekali, namun apabila tidak sempat, porang dapat tumbuh kembali. Pasalnya, cara ini sudah dilakukan oleh para petani porang lama. Saat mengalami musim kemarau panjang, petani akan memilih untuk tidak panen sebab umbi masih kecil.

Baca juga :   Tahapan Budidaya Porang dengan Cara Menanam Katak Porang

Menurut Profesor Edi, cara menanam dengan penundaan panen ini tetap bisa bekerja dan membuat porang tumbuh dengan baik. Bahkan, porang bisa tumbuh dengan bentuk sempurna usia tiga tahun ke depan dengan menunda panen.

Itulah ulasan mengenai cara tanam porang musim kemarau yang bisa petani aplikasikan apabila menjumpai kondisi cuaca yang tidak menentu. Selebihnya untuk cara persiapan lahan, bibit, dan kondisi lingkungan tetap sama seperti cara tanam porang pada umumnya, ya.

error: Sok atuh nulis sendiri, jangan asal copy aja hahaha !!