Budidaya Porang di Lahan Terbuka

Cara Mudah Budidaya Porang di Lahan Terbuka

Daftar Isi Artikel

Ekosistem porang sebenarnya di hutan tropis dengan naungan pepohonan lain di sekitarnya. Porang dahulunya adalah tumbuhan liar yang banyak ditemukan di hutan. Setelah diketahui berbagai manfaatnya maka banyak orang yang melakukan budidaya porang di lahan terbuka. 

Prospek porang yang bagus, membuat semakin banyak orang tertarik untuk membudidayakannya. Berangsur-angsur petani pemula mulai mencoba menanam di lahannya masing-masing. Namun terkadang ada petani yang ingin menanam porang, tapi tidak punya lahan bernaungan. 

Apakah porang bisa ditanam di lahan tanpa naungan? Jawabannya bisa. Saat ini sudah banyak orang yang menanam porang di lahan terbuka. Di Madiun, banyak lahan bekas sawah yang kini dijadikan sebagai lahan penanaman porang. 

Proses Budidaya Porang di Lahan Terbuka

Menanam porang di lahan terbuka yang paling baik adalah pada ketinggian 300 mdpl ke atas. Untuk cara penanaman porang sebenarnya tidak ada cara khusus. Porang adalah tumbuhan yang sangat simpel, bisa tumbuh di mana saja dengan mudah. Selama umbi atau bibit berada di dalam tanah, maka porang akan tumbuh.

Namun, untuk proses budidaya porang tentu seorang petani porang menginginkan hasil panen yang terbaik. Berikut ini cara penanaman porang yang telah dilakukan oleh para petani yang sudah terlebih dahulu menanam porang di lahan terbuka:

1. Persiapan Lahan Porang

Sebelum melakukan penanaman, hal yang harus dilakukan adalah persiapan lahan tanam. Cara persiapan lahan adalah:

  • Melakukan penyiangan lahan dari rumput, gulma, alang-alang maupun material lain yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman porang
  • Lakukan penggemburan tanah, bisa dengan cara manual menggunakan cangkul atau bajak manual maupun dengan menggunakan kultivator
  • Buatlah guludan / bedengan / gundukan tanah dengan lebar 50 cm, tinggi guludan 25 cm, dan panjang guludan bisa disesuaikan dengan panjang lahan
  • Buat lubang tanam dengan jarak tanam 25 cm x 60 cm atau bisa juga 25 cm x 50 cm
  • Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau pupuk kompos, yang paling baik adalah pupuk yang sudah difermentasi
  • Lebih baik jika lahan dinaungi dengan paranet. Namun jik tidak pun tidak apa-apa
  • Penanaman porang sebaiknya dilakukan pada bulan Oktober – Desember 
Baca juga :   Inilah Cara Budidaya Tanaman Porang yang Mudah

Perlu diperhatikan untuk jarak tanam pada penanaman di lahan terbuka lebih rapat jika dibanding dengan penanaman di lahan dengan naungan. Hal ini dimaksudkan supaya nanti daun-daunnya bisa rapat dan menaungi batangnya agar tidak terlalu terkena sinar matahari. Sebab habitat asli porang adalah tumbuhan dengan naungan. 

2. Persiapan Bibit Porang

  • Bibit bisa menggunakan bibit dari umbi porang, katak, maupun biji.
  • Seleksi bibit berdasarkan ukuran, kualitas, dan pisahkan jika ada bibit yang rusak
  • Untuk bibit yang rusak sebaiknya jemur di bawah sinar matahari langsung selama tiga jam. Bibit rusak masih bisa ditanam dan dapat tumbuh

Proses seleksi ini diperlukan agar memudahkan saat penanaman. Sehingga nanti akan diperoleh tanaman yang seragam dalam satu kelompok penanamannya atau dalam satu barisan atau guludannya.. 

3. Cara Menanam Porang

Setelah persiapan lahan dan persiapan bibit porang selesai, bibit sudah bisa langsung ditanam di lahan. Caranya sebagai berikut:

  • Letakkan bibit di lubang tanam yang sudah dibuat. Untuk bibit umbi letakkan dengan mata tunas menghadap ke atas. Untuk bibit katak bebas, karena tunas dari bibit katak bisa tumbuh dari sisi mana saja.
  • Kelompokkan penanaman berdasarkan seleksi yang sudah kita lakukan. Bibit dengan ukuran yang sama ditanam dalam kelompok yang sama
  • Setelah bibit selesai ditanam, tutup lubang tanam dengan tanah tipis antara 0.3 cm – 5 cm
  • Kemudian taburkan kembali pupuk kandang atau pupuk kompos di atas lubang tanam atau bisa juga ditaburkan di atas sepanjang guludan.

4. Proses Perawatan Tanaman Porang

  • Lakukan penyiangan untuk membersihkan rumput, gulma dan alang-alang pada lahan agar seluruh unsur hara pada tanah sepenuhnya diserap oleh tanaman porang tanpa berbagi dengan tumbuhan lain
  • Setelah lahan bersih dari gulma, lakukan pemupukan kembali untuk memaksimalkan pertumbuhan serta pembesaran umbi
  • Tinggikan lagi guludan tanah dengan menimbunnya kembali dengan tanah supaya tidak ada umbi atau akar porang yang timbul ke permukaan
  • Jika dalam satu lubang sudah tumbuh banyak tunas, maka diperlukan penjarangan dengan cara mencabut beberapa tunasnya. Tunas cabutan tersebut bisa kita tanam kembali di lahan yang lain atau di polybag
Baca juga :   7 Manfaat Mulsa Plastik Untuk Tanaman Porang

5. Cara Panen Porang

Panen porang yang paling baik adalah ketika porang sudah memasuki fase dorman. Dorman adalah fase istirahat dari pertumbuhan porang. Ketika memasuki musim kemarau daun dan batang porang akan kering, seolah-olah porang ini mati. Namun sebenarnya jika umbi porang tetap di dalam tanah, tidak akan mengalami kerusakan. Porang akan tumbuh kembali dengan tunas yang lebih besar saat musim penghujan datang.

Oleh karena itu, semakin lama porang ditanam, umbinya akan semakin besar. Sebaiknya porang tidak perlu dipanen, jika tidak akan segera dijual atau diproduksi. Asalkan tanahnya tidak tergenang air, umbi porang akan tetap baik di dalam tanah

error: Sok atuh nulis sendiri, jangan asal copy aja hahaha !!