porang tanaman apa
porang tanaman apa

Mengenal Porang Tanaman Apa Dan Morfologi Kekhasannya

Bagi pelaku usaha di bidang pertanian salah satu pertanyaan Porang tanaman apa kerap ditujukan sebagai dasar ilmu sebelum mengembangkannya. Porang termasuk ke dalam jenis tanaman herbal yang memiliki ciri khas dari segi morfologi (bentuk) dan adaptasi terhadap lahan.

Untuk mengenal tanaman herbal ini lebih lanjut sebelum nantinya dibudidayakan mari simak uraian singkat berikut dengan baik. Dimana akan dibahas mulai klasifikasi tanaman, ciri-ciri morfologi yang kemudian dijadikan pembeda, dan kandungan gizi di dalamnya.

Klasifikasi Tanaman Porang

Tanaman Porang merupakan satu diantara jenis umbi-umbian yang hidup di Indonesia dengan taksonomi divisi Spermatophyta. Untuk pengelompokan kelas ke dalam Monokotil atau tumbuhan berkeping biji tunggal, keluarga Araceae, dan tergolong spesies Amorphophallus muelleri. 

Sementara untuk kemampuan tumbuh, tanaman Porang mampu hidup pada ketinggian yang mencapai 700 meter dari permukaan laut. Dengan adaptasi yang toleran terhadap lahan tanam walaupun berada di bawah tumbuhan lainnya contohnya lahan hutan industri.

Umumnya masyarakat Indonesia mengenal tanaman Porang dengan sebutan acung, coblok, iles-iles, acoan, kerubut, dan badur. Atas alasan bentuk yang tidak jauh berbeda dengan sejumlah umbi-umbian seperti suweg, iles-iles putih, dan walur maka diperlukan pemahaman morfologi.

Ciri Morfologi Tanaman Porang

Setelah mengetahui sekilas tentang klasifikasi dari tanaman Porang, di bawah ini akan dijabarkan mengenai ciri morfologi sebagai acuan pembeda. Diharapkan benar-benar memahami penjabaran poin-poin agar nantinya tidak bingung apalagi sampai salah.

  • Akar. Porang memiliki keunikan pada akar yang saat memasuki waktu istirahat terlihat lebih kering. Untuk jenisnya sendiri hanya berupa akar primer saja yang tumbuh setelah masa tanam 7 s/d 14 hari.
  • Batang. Porang memiliki batang yang termasuk ke dalam jenis tinggal pemecahan menjadi tiga bagian. Warna batang hijau dengan belang putih yang permukaannya halus dan lunak.
  • Daun. Untuk daun tanaman Porang berwarna hijau dengan ukuran yang lebar dan ujung yang runcing. Pengelompokan jenis daun masuk ke dalam majemuk (berjumlah empat di setiap batang).
  • Bunga. Untuk bunga, biasanya terlihat saat umur tanaman empat tahun yang tumbuh di waktu hujan. Warna bunga merah jambu yang disokong dengan tangkai (tinggi dua puluh hingga tiga puluh cm).
  • dan Umbi. Morfologi umbi bulat sedikit lonjong dengan serabut akar, berwarna kuning begitu pula dagingnya. Dalam satu pohon hanya satu umbi yang dapat dipanen karena alasan umbi tunggal. 
Baca juga :   Perbedaan Porang dan Suweg, Walur, Iles-iles Ini Ciri Khasnya!

Kandungan Gizi Tanaman Porang

Dari dua ulasan di atas, pastinya sudah semakin tahu Porang tanaman apa termasuk ciri pembeda antara umbi-umbian. Namun, mengapa tanaman ini cocok menjadi pilihan untuk budidaya belum terjawab dengan jelas.

Salah satu alasannya adalah karena kandungan gizi yang dimiliki tanaman Porang lumayan tinggi. Baik itu karbohidrat (glukomanan, gula reduksi, pati), protein, vitamin, serat pangan, lemak, dan mineral.

Dimana menurut riset yang dilakukan tahun 1993 silam, Porang mengandung glukomanan dengan persentase maksimal 55% (keadaan kering). Persentase tersebut melebihi golongan umbi-umbian yang masih berkerabat, misalnya suweg yang hanya mengandung 3.1%.

Ketika memasuki periode tumbuh pertama kandungan glukomanan berkisar antara 35-39% yang terus bertambah seiring masa panen. Namun, di saat memasuki periode masak kandungan glukomanan yang ada akan mengalami penurunan kadar dengan kisaran 32%.

Informasi Porang tanaman apa telah disampaikan secara cukup rinci dengan penjelasan yang tidak sulit dimengerti. Semoga rangkuman dapat membantu kalangan pelaku usaha yang tertarik untuk membudidayakan Porang kedepannya. Apabila memungkinkan silahkan menjajal pasar internasional sebagai komoditas ekspor. 

error: Sok atuh nulis sendiri, jangan asal copy aja hahaha !!