kemitraan budidaya porang

Seputar Kemitraan Budidaya Porang dan Syarat Menanamnya

Daftar Isi Artikel

Kemitraan budidaya porang semakin banyak dilakukan, dalam rangka mendorong ekspor tanaman. Porang merupakan komoditas unggulan dengan potensi yang menjanjikan. Contohnya adalah kemitraan petani porang yang berada di Lampung dengan koperasi. Melalui kemitraan ini, koperasi memberikan fasilitas kepada petani binaannya.

Mulai dari menyediakan bibit, pendampingan, hingga edukasi untuk budidaya dan pengolahannya. Hingga kini, sudah terdapat 275 petani yang terbagi ke 31 kelompok dalam binaan koperasi. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang penanaman porang, mari simak pembahasan berikut:

Keuntungan Mengikuti Kemitraan Budidaya Porang

Berdasarkan kondisi di lapangan, semakin banyak petani mulai mengembangkan tanaman porang. Hal ini dilatarbelakangi oleh naiknya permintaan pasar. Peluang yang besar ini tidak disia-siakan oleh para petani. Banyak yang mulai menanam umbi porang, karena perawatannya pun tidak begitu sulit.

Belakangan, juga banyak yang melakukan kemitraan untuk budidaya porang ini. Kemitraan bisa dilakukan dengan lembaga yang terpercaya, misalnya koperasi atau perusahaan bidang pertanian. Ada berbagai manfaat yang didapatkan dari kemitraan ini. Berikut beberapa di antaranya:

  • Petani berkesempatan mendapatkan pendampingan dari pihak yang berpengalaman dalam produksi pertanian. Pendampingan ini dilakukan sampai petani bisa melakukannya secara mandiri dengan minim pendampingan.
  • Mendapatkan bantuan berupa edukasi terkait budidaya serta pengolahan, sehingga petani dapat melakukan tugasnya dengan lebih efektif.
  • Tersedia bantuan sementara berupa penyediaan bibit sehingga nantinya petani bisa memproduksi sendiri bibit porangnya. Sementara itu bagi petani yang telah memiliki bibitnya sendiri akan diberikan bantuan untuk menampung umbi yang siap produksi.
  • Membantu memperluas penyebaran tanaman porang yang bisa memenuhi kebutuhan pasar, bahkan sampai ekspor.
  • Disediakan lalu lintas untuk ekspor langsung melalui pelabuhan sehingga distribusinya lebih cepat.
  • Pemasaran yang lebih mudah karena dibantu lembaga atau perusahaan yang telah memiliki kredibilitas dan kepercayaan dari masyarakat. Banyak di antaranya yang sudah memiliki pasar tetap misalnya Cina, Amerika, hingga Eropa.
  • Petani tidak perlu khawatir produknya tidak terserap pasar. Sistem pre-order dapat membantu menentukan berapa yang sebaiknya diproduksi sehingga semuanya terpakai.
Baca juga :   5 Pabrik Pengolah Porang Terkemuka Di Indonesia

Syarat untuk Menanam Porang

Pada bagian sebelumnya dijelaskan seputar kemitraan budidaya porang yang memberikan banyak manfaat kepada petani. Sebelum mulai menanam, terlebih dahulu perlu mengetahui apa saja syarat utama agar bisa melakukan penanaman. Berikut beberapa syarat penting untuk menunjang tumbuhnya tanaman porang yang berkualitas:

1. Tanaman Porang Memerlukan Naungan/Kanopi

Naungan yang dimaksud misalnya pohon, contohnya mahoni, sengon, atau sono. Kebutuhan penyinaran tanaman ini paling tidak 50 hingga 60%. Karakteristik unggulannya yaitu dapat tumbuh di berbagai tempat, yang penting kebutuhan air serta nutrisinya terjaga.

2. Tanaman Porang Memerlukan Tempat untuk Tumbuh yang Optimal

Tanaman porang dapat tumbuh secara optimal pada ketinggian mulai 100 sampai 600 mdpl. Jadi, tanaman bisa dibudidayakan di hutan ataupun area terbuka. Jika jumlahnya sedikit, porang juga bisa bertumbuh yang penting ada habitat berupa lubang dengan ukuran yang telah ditentukan.

Bibit porang berasal dari potongan-potongan umbi yang sudah ada titik tumbuhnya. Ini disebut juga sebagai bubul, atau umbi katak yang ditanam langsung. Pertumbuhannya bisa terjadi pada suhu 25-35 derajat, dengan curah hujan berintensitas 1000 sampai 1500 mm.

3. Jarak Tanam Adalah Tahap Akhir Penanaman

Poin ini juga penting untuk diperhatikan sehingga pertumbuhan porangnya lebih seimbang. Yang dimaksud jarak tanam adalah jarak satu lubang ke lubang lainnya. Bubil dapat diatur dengan jarak 35-70 cm, sementara itu umbi sebaiknya pada jarak 90 cm.

Demikian informasi mengenai kemitraan budidaya porang serta bagaimana proses penanaman yang perlu diketahui. Dengan melakukan kemitraan, petani di berbagai wilayah Indonesia berkesempatan untuk menjalankan penanaman dengan bantuan pihak yang berpengalaman. Sehingga dapat meningkatkan efektifitas penanaman sampai panen.

Baca juga :   7 Perbedaan Porang dan Suweg, Jangan Sampai Salah Pilih!
error: Sok atuh nulis sendiri, jangan asal copy aja hahaha !!