cara menanam umbi porang

Cara Menanam Umbi Porang agar Cepat Panen

Daftar Isi Artikel

Amorphophallus muelleri blume atau yang kita sebut Porang, masih memiliki pangsa pasar yang terbuka lebar. Kebutuhan ekspor hingga saat ini masih belum terpenuhi. Oleh karena itu, masih sangat luas kesempatan bagi yang ingin memulai membudidayakan porang dengan cara menanam umbi porang.

Bagi para petani pemula, salah satu hal yang menjadi masalah adalah belum tahu bagaimana cara menanam porang yang benar. Cara tanam yang baik supaya hasil panennya nanti maksimal dan memberikan keuntungan. Petani pemula tentunya masih ada kekhawatiran takut gagal. 

Sebenarnya, membudidayakan porang bukanlah hal yang sulit. Porang dan jenis iles-ilesan atau konjak lainnya adalah tumbuhan yang mudah tumbuh dan berkembang biak.

Sebab jenis iles-ilesan ini awalnya hanyalah tanaman liar, yang bisa tumbuh subur di kawasan hutan Indonesia. Bahkan hingga saat ini, jika kita pergi ke hutan masih banyak menemukan tumbuhan jenis iles-ilesan di berbagai tempat. 

Sebagai gambaran bagi petani porang pemula, kami akan membagikan cara bagaimana membudidayakan porang. Dan yang akan dibahas kali ini adalah cara menanam umbi porang. Sebagaimana diketahui, bibit porang dari umbi merupakan salah satu bibit yang bisa digunakan untuk penanaman porang.

Kelebihan dan Kekurangan Bibit Porang dari Umbi

Kelebihan budidaya porang dengan cara menanam porang dari umbi adalah pembesaran umbi lebih cepat. Untuk bibit umbi porang ukuran 1 kg isi 2-5 umbi bisa panen dalam waktu satu musim.

Kekurangan budidaya porang dari umbi adalah daya tahan dalam masa penyimpanan sebelum ditanam lebih kecil dibanding bibit dari katak porang. Kemungkinan hidupnya 80% dan modal awal relatif besar.

Tahapan Cara Menanam Umbi Porang

A. Memilih Umbi Porang Untuk Bibit

Sebelum umbi ditanam di lahan, umbi-umbi ini harus dipilih atau sortir terlebih dahulu. Maksud penyortiran ini supaya penanaman bisa lebih teratur, sehingga pertumbuhannya akan bagus. Proses penyortiran bisa dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Pisahkan umbi porang berdasarkan ukurannya

Dalam satu kemasan pembelian bibit umbi, bisa jadi terdiri dari beberapa ukuran. Dalam penanaman nantinya bibit umbi porang yang berbeda ukuran jangan disatukan atau didekatkan penanamannya dengan yang ukurannya berbeda. Sebab akan mengganggu pertumbuhan bibit yang lebih kecil jika ditanam berdekatan dengan bibit yang besar. Daun dari bibit yang besar akan menghalangi tunas atau pertumbuhan bibit yang lebih kecil.

Baca juga :   7 Manfaat Mulsa Plastik Untuk Tanaman Porang

Pisahkan umbi sesuai ukurannya, yang besar dengan yang besar, dan yang kecil dengan yang kecil. Pengiriman ukuran bibit umbi porang dari penjual bibit porang tidak selamanya sama. Oleh karena itu penyortiran ini diperlukan. Intinya kumpulkan umbi porang dengan umbi lain yang ukurannya sama. 

2. Pisahkan umbi yang cacat, belah, atau kurang sehat

Kadang dalam paket pembelian juga terdapat umbi yang cacat, belah, atau kurang sehat, biasanya karena terkena cangkul saat dipanen. Pisahkan bibit yang cacat, belah, atau kurang sehat dari bibit yang bagus. 

Bersihkan, lalu jemur dalam waktu sekitar 3 jam di bawah sinar matahari langsung. Setelah dijemur, letakkan bibit-bibit cacat ini di ruangan berlantai tanah. Setelah beberapa hari dibiarkan di tanah, simpan pada rak-rak, jangan ditumpuk tebal

3. Pisahkan umbi yang sudah muncul tunas

Pemisahan umbi yang sudah muncul atau tumbuh tunas ini dimaksudkan supaya tunas tidak patah. Sebab, jika tunas patah pertumbuhan pohon atau batangnya nanti terganggu. Walau sebenarnya jika tunas patah, nanti akan bisa tumbuh kembali tunas baru, namun hasilnya jadi tidak maksimal.

B. Pengolahan Lahan

Tahapan cara menanam umbi porang yang penting adalah lokasi lahan penanaman harus diolah terlebih dahulu. Proses pengolahan lahan budidaya porang sebagai berikut :

1. Pembersihan lahan

Bersihkan lahan dari rumput, gulma, serta alang-alang. Rumput dan gulma akan mengganggu pertumbuhan tanaman porang, karena nanti akan terjadi perebutan unsur hara. Selain itu, akar alang-alang yang kuat akan menembus ke dalam umbi porang yang akan mengakibatkan umbi cacat dan tidak bagus.

2. Penggemburan tanah

Tanah di lahan yang akan digunakan untuk lahan penanaman  porang harus digemburkan terlebih dahulu, bisa secara manual dengan menggunakan cangkul, atau dengan menggunakan cultivator (mesin penggembur tanah / mesin singkal). Sebab jika porang ditanam di tanah keras, akan menghasilkan umbi yang gepeng. Sedangkan jika ditanam di tanah gembur umbi porang akan bulat.

Baca juga :   Inilah Cara Menanam Porang Agar Cepat Besar dan Berkualitas

3. Pembuatan guludan/bedengan/gundukan tanah

Tanah yang sudah digemburkan kemudian dibuat guludan. Guludan adalah gundukan atau bedengan tanah. Pembuatan guludan tanah dimaksudkan agar memudahkan dalam penanaman, pembuatan lubang tanam, dan pengaturan jarak tanam. Serta akan memudahkan juga saat nanti pemanenan.

4. Pembuatan Lubang Tanam dan Pengaturan Jarak tanam

Setelah tanah dibuat guludan, hal selanjutnya adalah kita membuat lubang tanam dengan jarak yang kita tentukan. Lubang tanam dibuat tidak perlu terlalu dalam. Sebab, lubang yang terlalu dalam justru membuat pertumbuhan umbi porang kurang baik. 

Untuk menentukan jarak tanam porang, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, diantaranya:

  • Lahan penanaman di lahan bernaungan atau lahan tanpa naungan
  • Waktu panen yang direncanakan 

Khusus untuk penentuan jarak tanam porang ini, bisa dibaca lebih lanjut disini.

5. Pemberian Pupuk Dasar

Ketika guludan tanah sudah dibuatkan lubang tanam, berikan pupuk dasar. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang. Boleh pupuk kandang yang tidak difermentasi, namun lebih bagus lagi pupuk kandang yang telah difermentasi.

Aplikasikan atau taburkan pupuk pada guludan dan lubang tanam. Setelah itu lahan siap ditanami dengan bibit umbi yang sudah disiapkan.

Cara Menanam Umbi Porang

Tahapan cara menanam umbi porang yang harus diperhatikan adalah:

  1. Jangan disatukan penanaman bibit yang ukurannya berbeda. Bibit yang ukurannya berbeda tanam di tempat yang berbeda pula.
  2. Pisahkan juga bibit yang cacat, belah, atau kurang sehat pada bedengan tersendiri.
  3. Letakkan umbi dengan bakal tunas menghadap ke atas
  4. Tutup lubang dengan pupuk kompos halus.
  5. Uruk lagi guludan dengan tanah, tidak perlu terlalu tebah. Ketebalan tanah penutup yang baik antara 5 cm sampai 10 cm.

Perawatan Umbi Porang

Seusai penanaman bibit di lahan, selanjutnya harus dilakukan perawatan agar porang tumbuh dengan baik. Perawatan dilakukan dari setelah tanam hingga panen. Perawatan yang harus dilakukan adalah:

  1. Pembersihan lahan dari rumput
  2. Pemupukan ulang
  3. Penyemprotan jika ada tumbuhan yang terkena jamur.

Baca disini : Hama Penyakit Porang

Lakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala, supaya tanaman porang terhindar dari berbagai gangguan atau hama penyakit porang yang akan menghambat pertumbuhannya.

error: Sok atuh nulis sendiri, jangan asal copy aja hahaha !!