bibit porang cabutan

Ketahui Cara Tanam Bibit Porang Cabutan Anti Gagal

Daftar Isi Artikel

Kurang modal untuk membeli bibit porang? Pergi saja ke hutan sapa tau ada pohon porang liar yang bisa dijadikan bibit porang cabutan.

Para petani porang kian hari kian kreatif dan semakin inovatif untuk terus meningkatkan kemampuannya dalam budidaya porang.

Setiap masalah dan kendala yang dihadapi tidak membuat mereka putus asa dan berhenti mencari solusi. Sehingga saat ini ilmu budidaya porang telah cukup berkembang.

Sekarang petani sudah banyak yang ‘melek’ teknologi, dan memanfaatkannya.

Salah satu inovasi dalam pertanian porang yaitu solusi dalam masalah pengadaan bibit porang. Banyak diketahui pembibitan porang bisa berasal dari umbi mini, katak/bulbil, dan biji yang langsung ditanam dilahan.

Kini bisa juga dengan pembibitan porang di polybag, lalu berasal dari bibit porang cabutan, umbi belah, bahkan telah ada yang mencoba dengan kultur jaringan. 

Bibit porang cabutan mungkin tidak terlalu sering digunakan oleh para petani. Meski demikian, kita perlu untuk mengetahuinya lebih jauh juga.

Supaya jika suatu saat mendapatkan atau membutuhkannya, kita sudah tahu apa yang perlu dilakukan.

Perbandingan Bibit Porang Cabutan Dengan Bibit Porang Lain

Bibit porang cabutan adalah bibit porang yang didapat dari mencabut/menggali pohon porang dari hutan. Bisa juga merupakan cabutan dari lahan perkebunan porang yang perlu dilakukan penjarangan.

Tak jarang dalam satu rumpun porang tumbuh beberapa tunas. Biasanya yang berasal dari bibit katak, karena bibit katak memiliki banyak bakal tunas. 

Apabila tunas-tunas itu dibiarkan akan saling mengganggu pertumbuhannya. Karena tempat tumbuh yang sempit membuat porang tidak optimal dalam menyerap unsur hara dari tanah.

Hal ini yang membuat petani melakukan penjarangan agar pertumbuhan porangnya bisa maksimal. 

Perbedaan bibit porang cabutan dibanding bibit porang yang lain bisa kita lihat dari kekurangan dan kelebihannya, yaitu:

Kelebihan Bibit Porang Cabutan

Kelebihan dari bibit porang cabutan di antaranya:

  1. Merupakan hasil cabutan dari hutan atau dari penjarangan pada lahan.
  2. Bisa didapat dengan harga yang jauh lebih murah.
  3. Kondisi bibit sudah dalam keadaan tumbuh dan memiliki akar, tunas/batang dan daun. Terkadang sudah terlihat bakal kataknya.
  4. Bisa diperoleh meskipun sedang dalam musim penghujan, tanpa harus menunggu tanaman porang dorman terlebih dahulu.
Baca juga :   Umbi Porang Busuk: Penyebab, Cara Mengatasi serta Mencegahnya

Kekurangan Bibit Porang Cabutan

Untuk kekurangan bibit porang cabutan, yaitu:

  1. Rawan stress ketika tanaman dipindahkan ke lahan baru. Risiko tidak tumbuhnya tinggi. Ini disebabkan kemungkinan kondisi tanah asal cabutan berbeda dengan kondisi tanah tempat penanaman.
  2. Harus dilakukan karantina pada polybag. Mungkin tidak terlalu menjadi masalah jika jumlahnya hanya sedikit. Namun jika jumlah banyak akan memerlukan waktu, tenaga, juga tempat ekstra.
  3. Tidak bisa dipindahkan atau dikirim ke daerah yang terlalu jauh dari lokasi asalnya. Sebab setelah dicabut harus segera ditanam kembali, jika tidak akan layu dan mati.
  4. Hanya cocok ditanam pada lahan dengan naungan.

Berdasarkan kelebihan dan kekurangan, bibit porang cabutan disarankan hanya digunakan untuk penanaman pada lokasi yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi asalnya.

Sebab jika lokasi masih berdekatan, kemungkinan unsur hara tanahnya mirip, jadi tidak menimbulkan tumbuhan stress saat dipindahkan. 

Selain itu penanaman atau pemindahan ketika kondisi batang bibit masih segar, dapat memberikan kemungkinan hidupnya lebih besar.

Berbeda jika dibawa dan ditanam ke lokasi yang jauh, tumbuhan akan layu dan kondisi tanahnya pasti berbeda. Hal ini menjadikan bibit tersebut rawan gagal tumbuh.

Cara Tanam Bibit Porang Cabutan

Untuk yang memilih menanam porang dari bibit porang cabutan, ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk meminimalisir kegagalan:

  1. Pastikan bibit cabutan digali dengan baik dengan ciri-ciri memiliki akar, umbi utuh, dan batang tidak patah.
  2. Sebaiknya pilih bibit yang ukurannya masih kecil, terlihat dari ukuran umbi dan batangnya. Batang yang belum terlalu tinggi juga menjadi poin tambahan yang bagus, karena tidak merepotkan saat dibawa atau saat pemindahan.
  3. Sebelum ditanam di lahan, lakukan karantina terlebih dahulu dengan menanamnya pada polybag. Letakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari selama minimal 2 minggu.
  4. Setelah 2 minggu tanaman sudah boleh dipindahkan ke lahan.
  5. Pilih lokasi penanaman yang memiliki naungan, agar intensitas cahaya matahari langsung pada tanaman porang berkurang. Sebab jika ditanam di lahan terbuka, sinar matahari yang penuh pada tanaman dapat menyebabkan tanaman layu dan dikhawatirkan mati.
  6. Lakukan penanaman pada musim penghujan, untuk menghindari tanaman mengalami kekeringan.
  7. Selanjutnya buat lubang tanam dengan jarak yang ideal, lalu buka plastik polybag dan letakkan tanaman pada lubang tanam.
  8. Tutup lubang tanam dengan tanah, jangan lupa untuk memberikan pupuk dasar agar kesuburan tanah dan tanaman terjaga. 
  9. Jaga kelembaban tanah dengan cara menyiraminya jika beberapa hari tidak ada hujan.
Baca juga :   Umbi Porang Manfaat pada Berbagai Aspek yang Perlu Diketahui

Harga Bibit Porang Cabutan

Bibit porang cabutan terhitung lebih murah dibandingkan dengan bibit jenis lainnya. Di beberapa penjual kisaran harganya antara seribu sampai 5 ribu rupiah saja per batangnya.

Kondisi bibit yang didapat tentu sudah tumbuh, tinggal melakukan karantina dan perawatan agar bibit bisa dipindah ke lahan.

Ada pula penjual yang menjual bibit cabutan per kilogram. Harga yang ditawarkan yaitu 40 ribu rupiah per kilogramnya. Dalam satu kilogram bisa mendapat banyak bibit, tergantung dari ukuran bibit tentunya.

Banyak pemburu bibit cabutan dari hutan dan petani yang menawarkan bibit porang cabutan. Atau bisa juga membeli melalui marketplace-marketplace.

Tapi jika membeli dari marketplace, disarankan memilih lokasi penjual yang tidak terlalu jauh. Karena jika pengiriman terlalu jauh, dikhawatirkan bibit mengalami kerusakan dan layu ketika diterima.

error: Sok atuh nulis sendiri, jangan asal copy aja hahaha !!